Latest Post

Wapres: Pendidikan Indonesia Tertinggal

| Sabtu, 16 November 2013
Baca selengkapnya »
Khawatir Jatuh pada Perangkap Negara Berpenghasilan Menengah


M E L B O U R N E, K O M P A S -- Wakil Presiden Boediono di hadapan peserta kuliah umum di Universitas Monash, Melbourne, Australia, mengakui pendidikan di Indonesia tertinggal. Persoalan yang dihadapi mulai dari fasilitas pendidikan yang terbatas hingga kualitas guru yang rendah.

"Kami menghadapi tantangan yang sangat mendasar. Kami masih kekurangan guru berkualitas di semua level pendidikan, sedangkan guru berkualitas yang ada tidak terdistribusi sesuai kebutuhan" kata Boediono, Jumat (15/11), di Alexandre Theatre, Kampus Universitas Monash.

Menurut Wapres, fasilitas sekolah yang tidak memadai, khususnya sekolah yang berada jauh dari kota, juga menjadi tantangan bagi pendidikan di Indonesia.

"Selain itu, isi dan penyampaian materi pendidikan banyak yang tidak sesuai dengan standar" kata Boediono, seperti dilaporkan wartawan Kompas, Tomy Trinugroho.

Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia berusaha mengatasi masalah dalam pendidikan tersebut. 20% dari anggaran belanja negara dialokasikan bagi pendidikan.

"Hingga tahun 2013, sejumlah kebijakan penting dan prakarsa telah diambil, mulai dari peningkatan gaji guru, penerapan program sertifikasi guru, subsidi langsung sekolah, hingga penambahan beasiswa bagi siswa miskin" tuturnya.

Beberapa prakarsa baru pun dilakukan pemerintah guna mempercepat perbaikan kualitas pendidikan.
Prakarsa pertama yaitu mulai dipersiapkannya sistem pembelajaran online. Sedangkan, Prakarsa kedua yaitu pemerintah memperbarui kurikulum pendidikan dengan kurikulum 2013.

Menurut Wapres, Jika Indonesia gagal melakukan perbaikan dalam dunia pendidikan, bangsa Indonesia akan jatuh pada perangkap negara berpenghasilan menengah.

Ciri negara yang jatuh pada Middle Income Trap adalah gagal bersaing dengan negara lain yang berpendapatan lebih rendah karena upah di negara pesaingnya ini lebih murah. Di sisi lain, negara tersebut juga tidak mampu bersaing dengan negara maju karena kalah dalam pengembangan teknologi ataupun inovasi.


Sumber : 2013. "Wapres: Pendidikan Indonesia Tertinggal". KOMPAS. 16 November 2013.



Pendapat :

Menurut apa yang saya baca terhadap wacana di atas, Pemerintah sudah berusaha sebisa mungkin untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia, termasuk dalam hal menggunakan 20% uang dari APBN untuk menunjang pendidikan.

Dalam hal ini, Pemerintah juga menitik beratkan masalah kepada Kualitas Pengajar/Guru yang kalau saya pribadi berfikir "Apakah Guru yang berkualitas dapat membentuk pribadi-pribadi yang berkualitas juga?" mungkin jawabannya "Ya! tentu saja." tetapi kembali terlintas di benak saya "Pendidikan/Ilmu Pelajaran tidak hanya didapat dari Guru, masih banyak media yang dapat digunakan untuk media pembelajaran. seperti halnya Internet atau media elektronik lainnya". 

Saya disini tidak menyalahkan pemerintah yang menitik beratkan kepada kualitas guru, tetapi saya hanya ingin mengatakan bahwa Semuanya kembali kepada niat dan kehendak masing-masing. Pemerintah sudah melakukan yang terbaik sebisanya, sekarang hanya tinggal bagaimana kita berusaha untuk mengejar ketertinggalan kita terhadap negara-negara lain dan bagaimana kita menghindar dari Perangkap Negara Berpenghasilan Menengah atau Middle Income Trap.

Wapres: Pendidikan Indonesia Tertinggal

Posted by : Panji Julian on :Sabtu, 16 November 2013 With 0komentar

Isi Hati

| Kamis, 14 November 2013
Baca selengkapnya »
Mungkin aku hanya selembar kertas usang, aku tak berarti tanpa sebuah pena. Aku akan diabaikan tanpa seuntai kalimat.
Aku takkan berarti, aku tidak akan bergantung pada suatu ranting saja, tapi aku akan berusaha bangkit dan memulai hidup baru dari awal, perlahan namun pasti aku akan membuat suatu akar yang kokoh yang dapat menopangku, membangkitkan dan memotivasiku ke masa yang akan datang.
Beginilah aku, beginilah hidupku, kekuranganku adalah bagian dari kelebihanku.
Meskipun aku hanya secarik kertas, aku akan pergi kemana aku dibutuhan dan kapan aku akan dibutuhkan.

Satu atau dua kata mungkin tidak bisa menggerakan suatu hati, tetapi seuntai kalimat di atas suatu kertas yang usang mungkin dapat membuatmu mengerti bagaimana perjuanganku.

Isi Hati

Posted by : Panji Julian on :Kamis, 14 November 2013 With 0komentar

Apalah Arti dari Perbedaan??

|
Baca selengkapnya »
Perbedaan adalah anugrah dari Yang Maha Kuasa!

Lihatlah sekeliling kita, indahnya warna-warni bunga, warna-warni satwa, dan segala keragaman lain yang menghiasi dunia.

Bayangkan kalau kita hanya mengenal warna hitam saja! Alangkah gelapnya dunia ini! :-)

Tanpa adanya perbedaan dan warna-warni, kita tidak akan merasakan hidup semeriah dan seindah sekarang ini, betul?! :-)

Begitu pun dengan kehidupan, setiap insan selalu berhadapan dengan segala macam perbedaan dan warna-warni kehidupan. Tapi sayang, tidak semua orang mampu melihat perbedaan sebagai kekayaan. Banyak orang merasa tersiksa karena perbedaan alias mereka tidak mampu menikmatinya.

Berbagai bentuk kejahatan dimulai hanya karena perbedaan. Entah itu perbedaan warna kulit, agama, suku bangsa, prinsip, atau sekadar pendapat.

Sebenarnya, perbedaan bukanlah sesuatu yang bisa dihindari. Setiap orang lahir dengan perbedaan dan keunikannya masing-masing. Mulai dari perbedaan fisik, pola pikir, kesenangan, dan lain-lain.

Tidaklah mungkin segala sesuatu hal sama. Bahkan kesamaan pun sebenarnya tidak selalu menguntungkan.

Coba bayangkan, seandainya semua orang memiliki kemampuan memimpin, lantas siapa yang mau dipimpin? Kalau semua orang menjadi orang tua, siapa yang mau jadi anak? Siapa juga yang akan menerima sedekah, jika semua orang ditakdirkan kaya?

Perbedaan ada bukan untuk dijadikan alat perpecahan. Banyak hal positif yang bisa kita peroleh dengan perbedaan. Namun, tentu saja semua itu harus  bersyarat. Nah, syarat apa saja yang harus dipenuhi?


Berikut di antaranya...

1. Cara pandang kita terhadap perbedaan. 

Berpikirlah positif dengan mensyukuri adanya perbedaan. Anggaplah perbedaan sebagai kekayaan. Cara pandang yang benar akan melahirkan sikap yang tepat. 
Ada baiknya kita mencari persamaan terlebih dahulu, sebelum mencari perbedaan.

2. Kelola perbedaan sebaik mungkin.

Musyawarah untuk mencapai kesepakatan adalah jalan yang tepat untuk mengelola perbedaan. 
Berlatihlah utk menghargai, menerima, menjalankan dan bertanggung jawab terhadap keputusan bersama, meski berlawanan dengan ide awal kita.

3. Selalu posisikan segala sesuatu pada tempatnya.

Saat bekerja sama dengan orang lain, salurkan potensi, karakter, minat yang berbeda-beda pada posisi 'yang tepat'. 
Cara ini akan mendorong tercapainya tujuan bersama dan mendukung pengembangan potensi masing-masing individu.

4. Jangan pernah meremehkan orang lain.

Apapun dan bagaimana pun kondisi atau pendapat orang lain, perlakukan mereka selayaknya diri kita ingin diperlakukan. 
Anggaplah semua orang penting. Mereka memiliki peran tersendiri, yg bisa jadi tdk bisa digantikan oleh orang lain.

5. Jangan menonjolkan diri atau sombong.

Merasa diri paling penting dan lebih baik daripada orang lain *tidak akan* menambah nilai lebih bagi kita. Toh kita tidak bisa hidup tanpa orang lain.
Jadilah beton dalam bangunan. Meski tidak nampak, namun sesungguhnya ialah yang menjadi penyangga kokohnya sebuah bangunan. :-)

6. Cari sumber informasi yang terjamin kebenarannya.

Perbedaan bisa muncul karena informasi yang salah. Oleh sebab itu, pastikan sumber informasi kita bisa terjamin dan dapat dipercaya kebenarannya. Lebih bagus lagi jika disertai bukti yang mendukung.

7. Koreksi diri sendiri sebelum menyalahkan orang lain.

Menyalahkan orang lain terus menerus tidak akan banyak membantu kita. Bisa jadi kesalahan sebenarnya terletak pada diri kita. Karenanya, koreksi diri sendiri terlebih dahulu merupakan langkah yang paling bijaksana


Semoga Bermanfaat :)

Apalah Arti dari Perbedaan??

Posted by : Panji Julian on : With 0komentar

Apa itu Koordinasi?

| Senin, 11 November 2013
Baca selengkapnya »
Apa itu Koordinasi??

Dulu pertanyaan itu sering sekali melintas dikepala saya, ketika mendapatkan Tugas dari guru yang kemudian ia mengatakan "Tolong perwakilan satu orang sebagai Koordinator". Lalu, kembali melintas apa itu Koordinator?
Nah, pada ulasan kali ini saya ingin menyampaikan Apa itu Koordinasi dan Apa itu Koordinator serta tugasnya.

Koordinasi itu adalah hal yang berhubungan dengan mengatur suatu organisasi atau kegiatan sehingga peraturan dan segala macam tindakan tidak simpang siur.


Syarat-syarat koordinasi :
1. Perasaan untuk saling bekerja sama, dilihat per bagian.

2. Dalam perusahaan besar, sering diadakan persaingan antar bagian, agar saling berlomba untuk kemajuan.
3. Satu sama lain per bagian harus saling menghargai.
4. Bagian yang saling menghargai akan makin bersemangat.



Sifat-sifat koordinasi :

1.  Koordinasi adalah dinamis, bukan statis.
2. Koordinasi menekankan pandangan menyeluruh oleh seorang manajer dalam kerangka mencapai sasaran.
3.  Koordinasi hanya meninjau suatu pekerjaan secara keseluruhan.

Koordinasi dibedakan atas :




1. Koordinasi vertikal, tindakan-tindakan atau kegiatan penyatuan, pengarahan yang dijalankan oleh atasan terhadap kegiatan unit-unit, kesatuan kerja yang ada di bawah wewenang dan tanggung jawabnya.

2. Koordinasi horizontal, tindakan-tindakan atau kegiatan penyatuan, pengarahan yang dijalankan terhadap kegiatan dalam tingkat organisasi yang setingkat.


Sedangkan apa itu Koordinator??

koordinator berasal dari kata coordination yang artinya menghubungkan/penghubung jadi koordinator itu adalah orang yang menghubungkan.jadi dalam artian kta organisasi Koordinator itu mengatur dan mengkonsepin dari suatu kegiatan yang akan dilaksanakan.

Sekian dari saya kurang lebihnya mohon maaf.
Semoga bermanfaat bagi pembaca.

Apa itu Koordinasi?

Posted by : Panji Julian on :Senin, 11 November 2013 With 0komentar

[OPINI] Suasana Lingkungan di Kampus

|
Baca selengkapnya »
Pada Postingan saya kali ini, hanya ingin mengulas mengenai Bagaimana Suasana Lingkungan Kampus. Yaaa... Saya hanya mengulas menjadi suatu cerita singkat Bagaimana Saya terhadap Lingkungan Kampus selama kurang-lebih 1 Bulan.


Seperti yang kita ketahui, Pendidikan atau menimba ilmu di SD/SMP/SMA/SMK Jelas berbeda, bukan? Begitu pula dengan Kuliah.

Menjadi Mahasiswa itu kewajiban dan tanggungannya lebih berat jika dibanding dengan SMA, begitu pula dengan lingkungan di Kampus. Saya Mahasiswa Baru di Universitas Gunadarma , kurang-lebih sudah 1 Bulan saya menimba ilmu disini.


Dari apa yang sudah saya lalui selama 1 Bulan tersebut, saya menyimpulkan bahwa di Kampus saya, bisa dibilang Hampir seluruhnya itu baik dan memadai, hanya saja ada beberapa kekurangan fasilitas seperti Viewer yang seharusnya sangat penting untuk kegiatan presentasi.



Cara belajar di SMA dan Kuliah jelas berbeda, di SMA kita diberikan materi - diulas - kemudian latihan dan selalu seperti itu. Sedangkan di perkuliahan, Dosen memberikan Materi atau bahkan kita sendiri yang mencari materi tersebut dari Sumber-sumber manapun, lalu diulas bersama dikelas. Yang paling saya suka itu di Kampus lebih banyak belajar dengan sistem presentasi dan mahasiswa itu yang berpresentasi jadi dengan begitu pemahaman terhadap materi akan lebih cepat ditangkap.



Sekian menurut saya hanya itu saja, jika ada salah-salah kata atau kalimat mohon dimaafkan.




[OPINI] Suasana Lingkungan di Kampus

Posted by : Panji Julian on : With 0komentar

Sebuah Kalimat untuk Suatu Perubahan dalam kehidupan

| Jumat, 08 November 2013
Baca selengkapnya »
Selamat Malam
Pada kesempatan kali ini, saya ingin menyampaikan sebuah tulisan yang menggerakkan hati saya dan memberi saya motivasi.

Ada sebuah kalimat fantastis yang pernah diucapkan Helen Kehler :


"It would be a blessing if each person could be blind and deaf for a few days during his grown-up live. It would make them see and appreciate their ability to experience the joy of sound".

Intinya, menurut dia merupakan sebuah anugrah bila setiap orang yang sudah menginjak dewasa itu mengalami buta dan tuli beberapa hari saja. 
Dengan demikian, setiap orang akan lebih menghargai hidupnya, paling tidak saat mendengar suara!

Sekarang, coba Anda bayangkan sejenak, Anda menjadi seorang yang buta dan tuli selama dua atau tiga hari saja!


Tutup mata dan telinga selama rentang waktu tersebut. Jangan biarkan diri Anda melihat atau mendengar apapun. Selama beberapa hari itu Anda tidak bisa melihat indahnya dunia, Anda tidak bisa melihat terangnya matahari, birunya langit, dan bahkan Anda tidak bisa menikmati musik/radio dan acara tv kesayangan!


Bagaimana Anda? Apakah beberapa hari cukup berat? 
Bagaimana kalau dikurangi dua atau tiga jam saja?

Saya yakin hal ini akan mengingatkan siapa saja, bahwa betapa sering kita terlupa untuk bersyukur atas apa yang kita miliki. Kesempurnaan yang ada dalam diri kita!

Seringkali yang terjadi dalam hidup kita adalah keluhan demi keluhan.... Hingga tidak pernah 
menghargai apa yang sudah kita miliki. Padahal bisa jadi, apa yang kita miliki merupakan kemewahan yang tidak pernah bisa dinikmati oleh orang lain. Ya! Kemewahan utk orang lain!

Coba Anda renungkan, bagaimana orang yang tidak memiliki kaki? Maka berjalan adalah sebuah kemewahan yang luar biasa baginya.

Helen Kehler pernah mengatakan, seandainya ia diijinkan bisa melihat satu hari saja, maka ia yakin akan mampu melakukan banyak hal, termasuk membuat sebuah tulisan yang menarik.

Dari sini kita bisa mengambil pelajaran, jika kita mampu menghargai apa yang kita miliki, hal-hal yang sudah ada dalam diri kita, tentunya kita akan bisa memandang hidup dengan lebih baik. Kita akan jarang mengeluh dan jarang merasa susah! Malah sebaliknya, kita akan mampu berpikir positif dan menjadi seorang manusia yang lebih baik. 


Semoga para pembaca dapat mengerti dan memahami arti dari kehidupan setelah membaca dan merenungkan tulisan ini dan jika ada kesalahan mohon dimaafkan.
Semoga Bermanfaat.

Sebuah Kalimat untuk Suatu Perubahan dalam kehidupan

Posted by : Panji Julian on :Jumat, 08 November 2013 With 0komentar
Next Prev
▲Top▲