Khawatir Jatuh pada Perangkap Negara Berpenghasilan Menengah
M E L B O U R N E, K O M P A S -- Wakil Presiden Boediono di hadapan peserta kuliah umum di Universitas Monash, Melbourne, Australia, mengakui pendidikan di Indonesia tertinggal. Persoalan yang dihadapi mulai dari fasilitas pendidikan yang terbatas hingga kualitas guru yang rendah.
"Kami menghadapi tantangan yang sangat mendasar. Kami masih kekurangan guru berkualitas di semua level pendidikan, sedangkan guru berkualitas yang ada tidak terdistribusi sesuai kebutuhan" kata Boediono, Jumat (15/11), di Alexandre Theatre, Kampus Universitas Monash.
Menurut Wapres, fasilitas sekolah yang tidak memadai, khususnya sekolah yang berada jauh dari kota, juga menjadi tantangan bagi pendidikan di Indonesia.
"Selain itu, isi dan penyampaian materi pendidikan banyak yang tidak sesuai dengan standar" kata Boediono, seperti dilaporkan wartawan Kompas, Tomy Trinugroho.
Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia berusaha mengatasi masalah dalam pendidikan tersebut. 20% dari anggaran belanja negara dialokasikan bagi pendidikan.
"Hingga tahun 2013, sejumlah kebijakan penting dan prakarsa telah diambil, mulai dari peningkatan gaji guru, penerapan program sertifikasi guru, subsidi langsung sekolah, hingga penambahan beasiswa bagi siswa miskin" tuturnya.
Beberapa prakarsa baru pun dilakukan pemerintah guna mempercepat perbaikan kualitas pendidikan.
Prakarsa pertama yaitu mulai dipersiapkannya sistem pembelajaran online. Sedangkan, Prakarsa kedua yaitu pemerintah memperbarui kurikulum pendidikan dengan kurikulum 2013.
Menurut Wapres, Jika Indonesia gagal melakukan perbaikan dalam dunia pendidikan, bangsa Indonesia akan jatuh pada perangkap negara berpenghasilan menengah.
Ciri negara yang jatuh pada Middle Income Trap adalah gagal bersaing dengan negara lain yang berpendapatan lebih rendah karena upah di negara pesaingnya ini lebih murah. Di sisi lain, negara tersebut juga tidak mampu bersaing dengan negara maju karena kalah dalam pengembangan teknologi ataupun inovasi.
Sumber : 2013. "Wapres: Pendidikan Indonesia Tertinggal". KOMPAS. 16 November 2013.
Dalam hal ini, Pemerintah juga menitik beratkan masalah kepada Kualitas Pengajar/Guru yang kalau saya pribadi berfikir "Apakah Guru yang berkualitas dapat membentuk pribadi-pribadi yang berkualitas juga?" mungkin jawabannya "Ya! tentu saja." tetapi kembali terlintas di benak saya "Pendidikan/Ilmu Pelajaran tidak hanya didapat dari Guru, masih banyak media yang dapat digunakan untuk media pembelajaran. seperti halnya Internet atau media elektronik lainnya".
Saya disini tidak menyalahkan pemerintah yang menitik beratkan kepada kualitas guru, tetapi saya hanya ingin mengatakan bahwa Semuanya kembali kepada niat dan kehendak masing-masing. Pemerintah sudah melakukan yang terbaik sebisanya, sekarang hanya tinggal bagaimana kita berusaha untuk mengejar ketertinggalan kita terhadap negara-negara lain dan bagaimana kita menghindar dari Perangkap Negara Berpenghasilan Menengah atau Middle Income Trap.
Pendapat :
Menurut apa yang saya baca terhadap wacana di atas, Pemerintah sudah berusaha sebisa mungkin untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia, termasuk dalam hal menggunakan 20% uang dari APBN untuk menunjang pendidikan.
Dalam hal ini, Pemerintah juga menitik beratkan masalah kepada Kualitas Pengajar/Guru yang kalau saya pribadi berfikir "Apakah Guru yang berkualitas dapat membentuk pribadi-pribadi yang berkualitas juga?" mungkin jawabannya "Ya! tentu saja." tetapi kembali terlintas di benak saya "Pendidikan/Ilmu Pelajaran tidak hanya didapat dari Guru, masih banyak media yang dapat digunakan untuk media pembelajaran. seperti halnya Internet atau media elektronik lainnya".
Saya disini tidak menyalahkan pemerintah yang menitik beratkan kepada kualitas guru, tetapi saya hanya ingin mengatakan bahwa Semuanya kembali kepada niat dan kehendak masing-masing. Pemerintah sudah melakukan yang terbaik sebisanya, sekarang hanya tinggal bagaimana kita berusaha untuk mengejar ketertinggalan kita terhadap negara-negara lain dan bagaimana kita menghindar dari Perangkap Negara Berpenghasilan Menengah atau Middle Income Trap.

