Latest Post

Seputar Langkah Bagaimana Memanajemen suatu Organisasi

| Selasa, 29 Oktober 2013
Baca selengkapnya »
Selamat siang semua.
Saya kembali membuat Posting nih, kali ini saya mau menyampaikan sedikit tentang bagaimana cara memanajemen suatu organisasi.

Seperti yang kita ketahui, Manajemen adalah suatu proses untuk memperoleh tujuan organisasi melalui aktivitas perencanaan, pengorganisasian, penggerakkan, pengendalian sumber daya manusia dan fisik dari organisasi tersebut. Lalu, Apabila saudara atau saya sebagai penulis disini Menjadi seorang manajer yang melaksanakan manajemen suatu perusahaan, kemudian perusahaan tersebut membuat rencana pengembangan perusahaan yaitu dengan perencanaan membuat anak perusahaan. Akan muncul beberapa pertanyaan seperti :

Jelaskan hal atau langkah-langkah apa saja yang akan Anda lakukan?

Sebagai seorang Manajer, langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam mengembangkan perusahaan tersebut, yaitu dengan :


  • Melakukan Survey terhadap tempat/lokasi dimana akan dijadikannya anak perusahaan tersebut dan perhatian serta peranan masyarakat tentang kegiatan pembuatan anak perusahaan itu.
  • Perencanaan, dalam mendirikan suatu anak perusahaan. Harus memiliki suatu visi, misi, dan latar belakang yang baik untuk kedepannya.
  • Promosi, yaitu langkah terakhir setelah berdirinya anak perusahaan tersebut. Promosi ditujukan untuk menarik minat masyarakat dengan mengenalkan perusahaan tersebut kepada semuanya melalui media massa, elektronik, dan sebagainya.
Lalu, untuk pengorganisasiannya, coba sebutkan Lima Langkah pengorganisasian sebagaimana yang tercakup dalam proses pengorganisasian? Sebutkan berbagai kesalahan yang biasanya terjadi dalam penyusunan Organisasi!

5 Langkah utama dalam proses Pengorganisasian, yakni :
  1. Tercermin dalam rencana dan tugas-tugasnya
  2. Menetapkan tugas pokok
  3. Membagi tugas pokok dan subtugas
  4. Alokasi sumber daya dan pengarahan bagi subtugas
  5. Mengevaluasi hasil dari strategi pengorganisasian yang diimplementasikan
Jika kita pinjam istilah John P. Kotter (1996) dalam bukunya “Leading Change” ada delapan kesalahan yang sering dilakukan pemimpin dan anggota, yang menyebabkan organisasi  mengalami kegagalan dalam melakukan perubahan besar. Delapan kesalahan tersebut adalah :
  1. Membiarkan rasa puas diri yang berlebihan. Organisasi membiarkan para staf berada dalam zona nyaman terus menerus.
  2. Gagal membentuk tim pengarah reformasi yang kuat. Perubahan didelegasikan terlalu jauh dan tim pengarah reformasi tidak mampu menjalankan peran dengan baik.
  3. Menganggap remeh kekuatan suatu visi. Organisasi tidak percaya kekuatan suatu visi, sehingga tidak cukup meluangkan waktu untuk membuat visi yang jelas. Visi hanya dianggap sekedar suatu pernyataan. Sekedar formalitas belaka.
  4. Visi tidak dikomunikasikan dengan baik. Organisasi telah mencanangkan visi, namun tidak dikomunikasikan dengan baik dengan seluruh elemen yang terkait di dalamnya.
  5. Membiarkan rintangan yang menghadang pencapaian visi. Struktur organisasi, uraian jabatan, sistem penilaian prestasi serta mekanisme kenaikan gaji dan reward seringkali menjadi habitat yang buruk untuk hidupnya visi yang baru.
  6. Gagal mendapatkan kemenangan jangka pendek. Perubahan yang mendasar memerlukan waktu yang panjang. Dalam menjalaninya perlu dibuat sasaran-sasaran antara yang memungkinkan seluruh elemen merasa mencapai suatu keberhasilan dan berhak merayakannya sebagai kemenangan. Tanpa kemenangan jangka pendek, para staf akan frustasi dan gagal mencapai perubahan besar.
  7. Terlalu cepat menyatakan kemenangan akhir. Suatu perubahan yang telah dicapai umumnya masih labil. Mudah sekali untuk kembali ke keadaan semula. Jika kemenangan akhir dinyatakan terlalu dini dan hasil perubahan tidak dijaga dengan baik, kembalinya perubahan yang telah terjadi ke kondisi semula sangat mungkin terjadi.
  8. Gagal membakukan perubahan ke dalam budaya organisasi. Budaya organisasi diyakini sebagai kumpulan perilaku-perilaku yang ditunjukkan oleh seluruh elemen organisasi dalam kegiatan sehari-hari. Jika perubahan tidak dapat diabadikan ke dalam perilaku organisasi sehari-hari, maka lambat laun perubahan yang telah dicapai akan memudar.
Apa yang dimaksud dengan Bagan Organisasi atau Struktur Organisasi?

Bagan ialah alat berupa gambaran secara analisis dan statistik tentang proses yg terjadi dalam alam, teknologi dan masyarakat.
Bagan Organisasi ialah setiap bentuk persekutuan antara dua  orang atau lebih yang bekerja bersama serta secara formal terikat dalam rangka pencapaian suatu tujuan yang telah ditentukan dalam ikatan dan bagan juga disebut dengan gambar rancangan, gambar denah, skema.
sedangkan, Struktur Organisasi adalah Suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian secara posisi yang ada pada perusahaaan dalam menjalin kegiatan operasional untuk mencapai tujuan.

Apa yang dimaksud dengan kegiatan Actuating? Kegiatan apa saja yang ada didalamnya?

Actuating adalah suatu kegiatan dimana kita berusaha menggerakkan anggota atau suatu organisasi agar bersama-sama bekerja dengan niat dan motivasi dalam diri masing-masing untuk mencapai suatu tujuan.

didalam Penggerakkan (Actuating), terdapat beberapa bagian-bagian dari kegiatan Penggerakan, yaitu :
  1. Dorongan (Motivating), yaitu memberikan masukkan-masukkan yang baik sehingga menimbulkan rasa ingin melakukan pekerjaan dengan baik
  2. Bimbingan (Leading), yaitu memberikan contoh atau pelajaran baik yang berharga dan berkenan agar dapat menimbulkan rasa ingin lebih maju
  3. Pengarahan (Directing), yaitu memberikan pengarahan atau petunjuk dengan benar, jelas dan tepat.
Sebutkan langkah-langkah untuk menjalankan Pengawasan (Controlling)! Jelaskan tentang pengawasan yang efektif!

Menurut Kadarman (2001, hal. 161), langkah yang dilakukan dalam melakukan Pengawasan, yaitu :
  1. Menetapkan Standar, karena perencanaan merupakan tolak-ukur untuk melakukan pengawasan. Jadi, langkah utama sebelum melakukan pengawasan adalah Menyusun Rencana.
  2. Mengukur Kinerja, hal ini dilakukan untuk mengevaluasi atau mengukur kinerja yang dicapai terhadap standar yang telah ditentukan.
  3. Memperbaiki Penyimpangan, Kegiatan ini adalah kegiatan memperbaiki atau mengoreksi kesalahan-kesalahan yang terjadi dalam suatu kegiatan. Hal ini adalah yang terpenting dalam pengawasan karena Proses Pengawasan tidak akan lengkap jika tidak ada Perbaikan
Agar pengawasan efektif, maka para manajer  harus menghayati reaksi manusia terhadap sistem pengawasan.  Manusia tidak begaitu saja  menerima pengawsan  yang  dilakukan manajer.
Reaksinya bermacam-macam menolak sekali pengawsan terhadapnya, mempertahankan diri darisistem pengawasan  yang diterapkan padanya dan  membela kinerja dan  menolak sasaran kinerja yang tersirat dan tersurut  pada tujuan.
Hal ini makin jelas bila sumber daya terbatas   dan situasi  penuh tekanan.  Dalam situasi seperti itu ,  orang cenderung  untuk  mempertahankan  hasil  kerja yang dibatasi  oleh  kendala sehingga pengawasan  biasanya  tidak  dikehendaki.

Stoner  mengemukakan bahwa  pengawasan  yang efektif  itu   haruslah memenuhi   persyaratan  sbb :
1. Ketepatan
2. Sesuai waktu,
3. Objektif dan kompherensif ,
4. Fokus pada titik pengawasan strategis,
5. Realistis secara ekonomis,
6. Realistis secara organisatoris
7. Terkoordinasi dengan aliran kerja organiasi,
8. Luwes
9. Prespektif dan opersional,
10.Dapat diterima para anggota organisasi.


Sekian posting dari saya, terimakasih karena sudah mau meyimak.
Sampai jumpa di kesempatan berikutnya..

Seputar Langkah Bagaimana Memanajemen suatu Organisasi

Posted by : Panji Julian on :Selasa, 29 Oktober 2013 With 4komentar

Serangkai Tulisan Mengenai Novel "Laskar Pelangi"

|
Baca selengkapnya »
Selamat Pagi Semua..
Kali ini saya ingin menuliskan kesimpulan dari Novel Laskar Pelangi serta Kekurangan, Kelebihan dan Saran saya untuk Cerita dalam Novel tersebut.



Cerita ini terjadi di desa Gantung, Kabupaten Gantung, Belitung Timur. Dimulai ketika sekolah Muhammadiyah terancam akan dibubarkan oleh Depdikbud Sumsel jikalau tidak mencapai siswa baru sejumlah 10 anak. Ketika itu baru 9 anak yang menghadiri upacara pembukaan, akan tetapi tepat ketika Pak Harfan, sang kepala sekolah, hendak berpidato menutup sekolah, Harun dan ibunya datang untuk mendaftarkan diri di sekolah kecil itu.
dari sanalah dimulai perjalanan cerita mereka. Mulai dari penempatan tempat duduk, pertemuan mereka dengan Pak Harfan, perkenalan mereka yang luar biasa di mana A Kiong yang malah cengar-cengir ketika ditanyakan namanya oleh guru mereka, Bu Mus. Kejadian bodoh yang dilakukan oleh Borek, pemilihan ketua kelas yang diprotes keras oleh Kucai, kejadian ditemukannya bakat luar biasa Mahar, pengalaman cinta pertama Ikal, sampai pertaruhan nyawa Lintang yang mengayuh sepeda 80 km pulang pergi dari rumahnya ke sekolah!
Mereka yaa sebut saja Laskar Pelangi adalah nama yang diberikan Bu Muslimah, karena kesenangannya terhadap pelangi. Mereka pun sempat mengharumkan nama sekolah dengan berbagai cara. Misalnya pembalasan dendam Mahar yang selalu dipojokkan kawan-kawannya karena kesenangannya pada okultisme yang membuahkan kemenangan manis pada karnaval 17 Agustus, dan kejeniusan luar biasa Lintang yang menantang dan mengalahkan Drs. Zulfikar, guru sekolah kaya PN yang berijazah dan terkenal, dan memenangkan lomba cerdas cermat. Laskar Pelangi mengarungi hari-hari menyenangkan, tertawa dan menangis bersama. 
Kisah sepuluh kawanan ini berakhir dengan kematian ayah Lintang yang memaksa Einstein cilik itu putus sekolah dengan sangat mengharukan, dan dilanjutkan dengan kejadian 12 tahun kemudian di mana Ikal yang berjuang di luar pulau Belitong kembali ke kampungnya. Kisah indah ini diringkas dengan kocak dan mengharukan oleh Andrea Hirata, kita bahkan bisa merasakan semangat masa kecil anggota sepuluh Laskar Pelangi ini!

Kelebihan dari Novel Laskar Pelangi (Menurut Saya) :
Pada cerita ini, kesan Persahabatan dan Kebersamaan sangat ditekankan dan menurut saya itu sangat menjadi pembelajaran dalam berteman dan menjaga keeratan persahabatan. Lalu, disamping kisahnya yang mengharukan, didalam kisah ini ada unsur tersirat mengenai Pentingnya Pendidikan.
Kekurangan dari Novel Laskar Pelangi (Menurut Saya) :
Ada beberapa kalimat atau penggunaan nama-nama yang mengandung unsur ilmiah, menurut saya ini sedikit membingungkan dan kurang efektif sehingga membutuhkan waktu untuk memahami kembali. Kemudian, Alur atau waktunya yang kurang jelas. seakan-akan alur waktunya itu di bolak-balik (flashback), setidaknya diberikan waktu atau tahun penjelas agar pembaca tidak bingung.
Kesimpulan saya :
Dari apa yang telah saya baca, disini lah saya belajar. Saya belajar bagaimana menghargai hidup, menghargai pemberian Tuhan, menghargai waktu, menghargai teman, Selalu berusaha bangkit dan Pantang Menyerah dalam menghadapi kesulitan. Dan ada satu makna yang masih berada di kepala saya "Pintar bukan segalanya, tetapi Niat dan Usaha itu bisa merubah segalanya", itu terbukti pada Lintang, dia adalah orang yang pintar namun pada akhirnya dia hanya menjadi seorang supir truk.

Sekiranya ini yang saya tuliskan pada kesempatan kali ini, kurang atau lebihnya mohon maaf sekiranya ada kesalahan dalam penulisan.
Sampai jumpa dikesempatan berikutnya.. 

Serangkai Tulisan Mengenai Novel "Laskar Pelangi"

Posted by : Panji Julian on : With 0komentar
Next Prev
▲Top▲