Serangkai Tulisan Mengenai Novel "Laskar Pelangi"

| Selasa, 29 Oktober 2013
Selamat Pagi Semua..
Kali ini saya ingin menuliskan kesimpulan dari Novel Laskar Pelangi serta Kekurangan, Kelebihan dan Saran saya untuk Cerita dalam Novel tersebut.



Cerita ini terjadi di desa Gantung, Kabupaten Gantung, Belitung Timur. Dimulai ketika sekolah Muhammadiyah terancam akan dibubarkan oleh Depdikbud Sumsel jikalau tidak mencapai siswa baru sejumlah 10 anak. Ketika itu baru 9 anak yang menghadiri upacara pembukaan, akan tetapi tepat ketika Pak Harfan, sang kepala sekolah, hendak berpidato menutup sekolah, Harun dan ibunya datang untuk mendaftarkan diri di sekolah kecil itu.
dari sanalah dimulai perjalanan cerita mereka. Mulai dari penempatan tempat duduk, pertemuan mereka dengan Pak Harfan, perkenalan mereka yang luar biasa di mana A Kiong yang malah cengar-cengir ketika ditanyakan namanya oleh guru mereka, Bu Mus. Kejadian bodoh yang dilakukan oleh Borek, pemilihan ketua kelas yang diprotes keras oleh Kucai, kejadian ditemukannya bakat luar biasa Mahar, pengalaman cinta pertama Ikal, sampai pertaruhan nyawa Lintang yang mengayuh sepeda 80 km pulang pergi dari rumahnya ke sekolah!
Mereka yaa sebut saja Laskar Pelangi adalah nama yang diberikan Bu Muslimah, karena kesenangannya terhadap pelangi. Mereka pun sempat mengharumkan nama sekolah dengan berbagai cara. Misalnya pembalasan dendam Mahar yang selalu dipojokkan kawan-kawannya karena kesenangannya pada okultisme yang membuahkan kemenangan manis pada karnaval 17 Agustus, dan kejeniusan luar biasa Lintang yang menantang dan mengalahkan Drs. Zulfikar, guru sekolah kaya PN yang berijazah dan terkenal, dan memenangkan lomba cerdas cermat. Laskar Pelangi mengarungi hari-hari menyenangkan, tertawa dan menangis bersama. 
Kisah sepuluh kawanan ini berakhir dengan kematian ayah Lintang yang memaksa Einstein cilik itu putus sekolah dengan sangat mengharukan, dan dilanjutkan dengan kejadian 12 tahun kemudian di mana Ikal yang berjuang di luar pulau Belitong kembali ke kampungnya. Kisah indah ini diringkas dengan kocak dan mengharukan oleh Andrea Hirata, kita bahkan bisa merasakan semangat masa kecil anggota sepuluh Laskar Pelangi ini!

Kelebihan dari Novel Laskar Pelangi (Menurut Saya) :
Pada cerita ini, kesan Persahabatan dan Kebersamaan sangat ditekankan dan menurut saya itu sangat menjadi pembelajaran dalam berteman dan menjaga keeratan persahabatan. Lalu, disamping kisahnya yang mengharukan, didalam kisah ini ada unsur tersirat mengenai Pentingnya Pendidikan.
Kekurangan dari Novel Laskar Pelangi (Menurut Saya) :
Ada beberapa kalimat atau penggunaan nama-nama yang mengandung unsur ilmiah, menurut saya ini sedikit membingungkan dan kurang efektif sehingga membutuhkan waktu untuk memahami kembali. Kemudian, Alur atau waktunya yang kurang jelas. seakan-akan alur waktunya itu di bolak-balik (flashback), setidaknya diberikan waktu atau tahun penjelas agar pembaca tidak bingung.
Kesimpulan saya :
Dari apa yang telah saya baca, disini lah saya belajar. Saya belajar bagaimana menghargai hidup, menghargai pemberian Tuhan, menghargai waktu, menghargai teman, Selalu berusaha bangkit dan Pantang Menyerah dalam menghadapi kesulitan. Dan ada satu makna yang masih berada di kepala saya "Pintar bukan segalanya, tetapi Niat dan Usaha itu bisa merubah segalanya", itu terbukti pada Lintang, dia adalah orang yang pintar namun pada akhirnya dia hanya menjadi seorang supir truk.

Sekiranya ini yang saya tuliskan pada kesempatan kali ini, kurang atau lebihnya mohon maaf sekiranya ada kesalahan dalam penulisan.
Sampai jumpa dikesempatan berikutnya.. 

0 komentar:

Posting Komentar

Next Prev
▲Top▲