Latest Post

Wapres: Pendidikan Indonesia Tertinggal

| Sabtu, 16 November 2013
Baca selengkapnya »
Khawatir Jatuh pada Perangkap Negara Berpenghasilan Menengah


M E L B O U R N E, K O M P A S -- Wakil Presiden Boediono di hadapan peserta kuliah umum di Universitas Monash, Melbourne, Australia, mengakui pendidikan di Indonesia tertinggal. Persoalan yang dihadapi mulai dari fasilitas pendidikan yang terbatas hingga kualitas guru yang rendah.

"Kami menghadapi tantangan yang sangat mendasar. Kami masih kekurangan guru berkualitas di semua level pendidikan, sedangkan guru berkualitas yang ada tidak terdistribusi sesuai kebutuhan" kata Boediono, Jumat (15/11), di Alexandre Theatre, Kampus Universitas Monash.

Menurut Wapres, fasilitas sekolah yang tidak memadai, khususnya sekolah yang berada jauh dari kota, juga menjadi tantangan bagi pendidikan di Indonesia.

"Selain itu, isi dan penyampaian materi pendidikan banyak yang tidak sesuai dengan standar" kata Boediono, seperti dilaporkan wartawan Kompas, Tomy Trinugroho.

Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia berusaha mengatasi masalah dalam pendidikan tersebut. 20% dari anggaran belanja negara dialokasikan bagi pendidikan.

"Hingga tahun 2013, sejumlah kebijakan penting dan prakarsa telah diambil, mulai dari peningkatan gaji guru, penerapan program sertifikasi guru, subsidi langsung sekolah, hingga penambahan beasiswa bagi siswa miskin" tuturnya.

Beberapa prakarsa baru pun dilakukan pemerintah guna mempercepat perbaikan kualitas pendidikan.
Prakarsa pertama yaitu mulai dipersiapkannya sistem pembelajaran online. Sedangkan, Prakarsa kedua yaitu pemerintah memperbarui kurikulum pendidikan dengan kurikulum 2013.

Menurut Wapres, Jika Indonesia gagal melakukan perbaikan dalam dunia pendidikan, bangsa Indonesia akan jatuh pada perangkap negara berpenghasilan menengah.

Ciri negara yang jatuh pada Middle Income Trap adalah gagal bersaing dengan negara lain yang berpendapatan lebih rendah karena upah di negara pesaingnya ini lebih murah. Di sisi lain, negara tersebut juga tidak mampu bersaing dengan negara maju karena kalah dalam pengembangan teknologi ataupun inovasi.


Sumber : 2013. "Wapres: Pendidikan Indonesia Tertinggal". KOMPAS. 16 November 2013.



Pendapat :

Menurut apa yang saya baca terhadap wacana di atas, Pemerintah sudah berusaha sebisa mungkin untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia, termasuk dalam hal menggunakan 20% uang dari APBN untuk menunjang pendidikan.

Dalam hal ini, Pemerintah juga menitik beratkan masalah kepada Kualitas Pengajar/Guru yang kalau saya pribadi berfikir "Apakah Guru yang berkualitas dapat membentuk pribadi-pribadi yang berkualitas juga?" mungkin jawabannya "Ya! tentu saja." tetapi kembali terlintas di benak saya "Pendidikan/Ilmu Pelajaran tidak hanya didapat dari Guru, masih banyak media yang dapat digunakan untuk media pembelajaran. seperti halnya Internet atau media elektronik lainnya". 

Saya disini tidak menyalahkan pemerintah yang menitik beratkan kepada kualitas guru, tetapi saya hanya ingin mengatakan bahwa Semuanya kembali kepada niat dan kehendak masing-masing. Pemerintah sudah melakukan yang terbaik sebisanya, sekarang hanya tinggal bagaimana kita berusaha untuk mengejar ketertinggalan kita terhadap negara-negara lain dan bagaimana kita menghindar dari Perangkap Negara Berpenghasilan Menengah atau Middle Income Trap.

Wapres: Pendidikan Indonesia Tertinggal

Posted by : Panji Julian on :Sabtu, 16 November 2013 With 0komentar

Isi Hati

| Kamis, 14 November 2013
Baca selengkapnya »
Mungkin aku hanya selembar kertas usang, aku tak berarti tanpa sebuah pena. Aku akan diabaikan tanpa seuntai kalimat.
Aku takkan berarti, aku tidak akan bergantung pada suatu ranting saja, tapi aku akan berusaha bangkit dan memulai hidup baru dari awal, perlahan namun pasti aku akan membuat suatu akar yang kokoh yang dapat menopangku, membangkitkan dan memotivasiku ke masa yang akan datang.
Beginilah aku, beginilah hidupku, kekuranganku adalah bagian dari kelebihanku.
Meskipun aku hanya secarik kertas, aku akan pergi kemana aku dibutuhan dan kapan aku akan dibutuhkan.

Satu atau dua kata mungkin tidak bisa menggerakan suatu hati, tetapi seuntai kalimat di atas suatu kertas yang usang mungkin dapat membuatmu mengerti bagaimana perjuanganku.

Isi Hati

Posted by : Panji Julian on :Kamis, 14 November 2013 With 0komentar

Apalah Arti dari Perbedaan??

|
Baca selengkapnya »
Perbedaan adalah anugrah dari Yang Maha Kuasa!

Lihatlah sekeliling kita, indahnya warna-warni bunga, warna-warni satwa, dan segala keragaman lain yang menghiasi dunia.

Bayangkan kalau kita hanya mengenal warna hitam saja! Alangkah gelapnya dunia ini! :-)

Tanpa adanya perbedaan dan warna-warni, kita tidak akan merasakan hidup semeriah dan seindah sekarang ini, betul?! :-)

Begitu pun dengan kehidupan, setiap insan selalu berhadapan dengan segala macam perbedaan dan warna-warni kehidupan. Tapi sayang, tidak semua orang mampu melihat perbedaan sebagai kekayaan. Banyak orang merasa tersiksa karena perbedaan alias mereka tidak mampu menikmatinya.

Berbagai bentuk kejahatan dimulai hanya karena perbedaan. Entah itu perbedaan warna kulit, agama, suku bangsa, prinsip, atau sekadar pendapat.

Sebenarnya, perbedaan bukanlah sesuatu yang bisa dihindari. Setiap orang lahir dengan perbedaan dan keunikannya masing-masing. Mulai dari perbedaan fisik, pola pikir, kesenangan, dan lain-lain.

Tidaklah mungkin segala sesuatu hal sama. Bahkan kesamaan pun sebenarnya tidak selalu menguntungkan.

Coba bayangkan, seandainya semua orang memiliki kemampuan memimpin, lantas siapa yang mau dipimpin? Kalau semua orang menjadi orang tua, siapa yang mau jadi anak? Siapa juga yang akan menerima sedekah, jika semua orang ditakdirkan kaya?

Perbedaan ada bukan untuk dijadikan alat perpecahan. Banyak hal positif yang bisa kita peroleh dengan perbedaan. Namun, tentu saja semua itu harus  bersyarat. Nah, syarat apa saja yang harus dipenuhi?


Berikut di antaranya...

1. Cara pandang kita terhadap perbedaan. 

Berpikirlah positif dengan mensyukuri adanya perbedaan. Anggaplah perbedaan sebagai kekayaan. Cara pandang yang benar akan melahirkan sikap yang tepat. 
Ada baiknya kita mencari persamaan terlebih dahulu, sebelum mencari perbedaan.

2. Kelola perbedaan sebaik mungkin.

Musyawarah untuk mencapai kesepakatan adalah jalan yang tepat untuk mengelola perbedaan. 
Berlatihlah utk menghargai, menerima, menjalankan dan bertanggung jawab terhadap keputusan bersama, meski berlawanan dengan ide awal kita.

3. Selalu posisikan segala sesuatu pada tempatnya.

Saat bekerja sama dengan orang lain, salurkan potensi, karakter, minat yang berbeda-beda pada posisi 'yang tepat'. 
Cara ini akan mendorong tercapainya tujuan bersama dan mendukung pengembangan potensi masing-masing individu.

4. Jangan pernah meremehkan orang lain.

Apapun dan bagaimana pun kondisi atau pendapat orang lain, perlakukan mereka selayaknya diri kita ingin diperlakukan. 
Anggaplah semua orang penting. Mereka memiliki peran tersendiri, yg bisa jadi tdk bisa digantikan oleh orang lain.

5. Jangan menonjolkan diri atau sombong.

Merasa diri paling penting dan lebih baik daripada orang lain *tidak akan* menambah nilai lebih bagi kita. Toh kita tidak bisa hidup tanpa orang lain.
Jadilah beton dalam bangunan. Meski tidak nampak, namun sesungguhnya ialah yang menjadi penyangga kokohnya sebuah bangunan. :-)

6. Cari sumber informasi yang terjamin kebenarannya.

Perbedaan bisa muncul karena informasi yang salah. Oleh sebab itu, pastikan sumber informasi kita bisa terjamin dan dapat dipercaya kebenarannya. Lebih bagus lagi jika disertai bukti yang mendukung.

7. Koreksi diri sendiri sebelum menyalahkan orang lain.

Menyalahkan orang lain terus menerus tidak akan banyak membantu kita. Bisa jadi kesalahan sebenarnya terletak pada diri kita. Karenanya, koreksi diri sendiri terlebih dahulu merupakan langkah yang paling bijaksana


Semoga Bermanfaat :)

Apalah Arti dari Perbedaan??

Posted by : Panji Julian on : With 0komentar

Apa itu Koordinasi?

| Senin, 11 November 2013
Baca selengkapnya »
Apa itu Koordinasi??

Dulu pertanyaan itu sering sekali melintas dikepala saya, ketika mendapatkan Tugas dari guru yang kemudian ia mengatakan "Tolong perwakilan satu orang sebagai Koordinator". Lalu, kembali melintas apa itu Koordinator?
Nah, pada ulasan kali ini saya ingin menyampaikan Apa itu Koordinasi dan Apa itu Koordinator serta tugasnya.

Koordinasi itu adalah hal yang berhubungan dengan mengatur suatu organisasi atau kegiatan sehingga peraturan dan segala macam tindakan tidak simpang siur.


Syarat-syarat koordinasi :
1. Perasaan untuk saling bekerja sama, dilihat per bagian.

2. Dalam perusahaan besar, sering diadakan persaingan antar bagian, agar saling berlomba untuk kemajuan.
3. Satu sama lain per bagian harus saling menghargai.
4. Bagian yang saling menghargai akan makin bersemangat.



Sifat-sifat koordinasi :

1.  Koordinasi adalah dinamis, bukan statis.
2. Koordinasi menekankan pandangan menyeluruh oleh seorang manajer dalam kerangka mencapai sasaran.
3.  Koordinasi hanya meninjau suatu pekerjaan secara keseluruhan.

Koordinasi dibedakan atas :




1. Koordinasi vertikal, tindakan-tindakan atau kegiatan penyatuan, pengarahan yang dijalankan oleh atasan terhadap kegiatan unit-unit, kesatuan kerja yang ada di bawah wewenang dan tanggung jawabnya.

2. Koordinasi horizontal, tindakan-tindakan atau kegiatan penyatuan, pengarahan yang dijalankan terhadap kegiatan dalam tingkat organisasi yang setingkat.


Sedangkan apa itu Koordinator??

koordinator berasal dari kata coordination yang artinya menghubungkan/penghubung jadi koordinator itu adalah orang yang menghubungkan.jadi dalam artian kta organisasi Koordinator itu mengatur dan mengkonsepin dari suatu kegiatan yang akan dilaksanakan.

Sekian dari saya kurang lebihnya mohon maaf.
Semoga bermanfaat bagi pembaca.

Apa itu Koordinasi?

Posted by : Panji Julian on :Senin, 11 November 2013 With 0komentar

[OPINI] Suasana Lingkungan di Kampus

|
Baca selengkapnya »
Pada Postingan saya kali ini, hanya ingin mengulas mengenai Bagaimana Suasana Lingkungan Kampus. Yaaa... Saya hanya mengulas menjadi suatu cerita singkat Bagaimana Saya terhadap Lingkungan Kampus selama kurang-lebih 1 Bulan.


Seperti yang kita ketahui, Pendidikan atau menimba ilmu di SD/SMP/SMA/SMK Jelas berbeda, bukan? Begitu pula dengan Kuliah.

Menjadi Mahasiswa itu kewajiban dan tanggungannya lebih berat jika dibanding dengan SMA, begitu pula dengan lingkungan di Kampus. Saya Mahasiswa Baru di Universitas Gunadarma , kurang-lebih sudah 1 Bulan saya menimba ilmu disini.


Dari apa yang sudah saya lalui selama 1 Bulan tersebut, saya menyimpulkan bahwa di Kampus saya, bisa dibilang Hampir seluruhnya itu baik dan memadai, hanya saja ada beberapa kekurangan fasilitas seperti Viewer yang seharusnya sangat penting untuk kegiatan presentasi.



Cara belajar di SMA dan Kuliah jelas berbeda, di SMA kita diberikan materi - diulas - kemudian latihan dan selalu seperti itu. Sedangkan di perkuliahan, Dosen memberikan Materi atau bahkan kita sendiri yang mencari materi tersebut dari Sumber-sumber manapun, lalu diulas bersama dikelas. Yang paling saya suka itu di Kampus lebih banyak belajar dengan sistem presentasi dan mahasiswa itu yang berpresentasi jadi dengan begitu pemahaman terhadap materi akan lebih cepat ditangkap.



Sekian menurut saya hanya itu saja, jika ada salah-salah kata atau kalimat mohon dimaafkan.




[OPINI] Suasana Lingkungan di Kampus

Posted by : Panji Julian on : With 0komentar

Sebuah Kalimat untuk Suatu Perubahan dalam kehidupan

| Jumat, 08 November 2013
Baca selengkapnya »
Selamat Malam
Pada kesempatan kali ini, saya ingin menyampaikan sebuah tulisan yang menggerakkan hati saya dan memberi saya motivasi.

Ada sebuah kalimat fantastis yang pernah diucapkan Helen Kehler :


"It would be a blessing if each person could be blind and deaf for a few days during his grown-up live. It would make them see and appreciate their ability to experience the joy of sound".

Intinya, menurut dia merupakan sebuah anugrah bila setiap orang yang sudah menginjak dewasa itu mengalami buta dan tuli beberapa hari saja. 
Dengan demikian, setiap orang akan lebih menghargai hidupnya, paling tidak saat mendengar suara!

Sekarang, coba Anda bayangkan sejenak, Anda menjadi seorang yang buta dan tuli selama dua atau tiga hari saja!


Tutup mata dan telinga selama rentang waktu tersebut. Jangan biarkan diri Anda melihat atau mendengar apapun. Selama beberapa hari itu Anda tidak bisa melihat indahnya dunia, Anda tidak bisa melihat terangnya matahari, birunya langit, dan bahkan Anda tidak bisa menikmati musik/radio dan acara tv kesayangan!


Bagaimana Anda? Apakah beberapa hari cukup berat? 
Bagaimana kalau dikurangi dua atau tiga jam saja?

Saya yakin hal ini akan mengingatkan siapa saja, bahwa betapa sering kita terlupa untuk bersyukur atas apa yang kita miliki. Kesempurnaan yang ada dalam diri kita!

Seringkali yang terjadi dalam hidup kita adalah keluhan demi keluhan.... Hingga tidak pernah 
menghargai apa yang sudah kita miliki. Padahal bisa jadi, apa yang kita miliki merupakan kemewahan yang tidak pernah bisa dinikmati oleh orang lain. Ya! Kemewahan utk orang lain!

Coba Anda renungkan, bagaimana orang yang tidak memiliki kaki? Maka berjalan adalah sebuah kemewahan yang luar biasa baginya.

Helen Kehler pernah mengatakan, seandainya ia diijinkan bisa melihat satu hari saja, maka ia yakin akan mampu melakukan banyak hal, termasuk membuat sebuah tulisan yang menarik.

Dari sini kita bisa mengambil pelajaran, jika kita mampu menghargai apa yang kita miliki, hal-hal yang sudah ada dalam diri kita, tentunya kita akan bisa memandang hidup dengan lebih baik. Kita akan jarang mengeluh dan jarang merasa susah! Malah sebaliknya, kita akan mampu berpikir positif dan menjadi seorang manusia yang lebih baik. 


Semoga para pembaca dapat mengerti dan memahami arti dari kehidupan setelah membaca dan merenungkan tulisan ini dan jika ada kesalahan mohon dimaafkan.
Semoga Bermanfaat.

Sebuah Kalimat untuk Suatu Perubahan dalam kehidupan

Posted by : Panji Julian on :Jumat, 08 November 2013 With 0komentar

Seputar Langkah Bagaimana Memanajemen suatu Organisasi

| Selasa, 29 Oktober 2013
Baca selengkapnya »
Selamat siang semua.
Saya kembali membuat Posting nih, kali ini saya mau menyampaikan sedikit tentang bagaimana cara memanajemen suatu organisasi.

Seperti yang kita ketahui, Manajemen adalah suatu proses untuk memperoleh tujuan organisasi melalui aktivitas perencanaan, pengorganisasian, penggerakkan, pengendalian sumber daya manusia dan fisik dari organisasi tersebut. Lalu, Apabila saudara atau saya sebagai penulis disini Menjadi seorang manajer yang melaksanakan manajemen suatu perusahaan, kemudian perusahaan tersebut membuat rencana pengembangan perusahaan yaitu dengan perencanaan membuat anak perusahaan. Akan muncul beberapa pertanyaan seperti :

Jelaskan hal atau langkah-langkah apa saja yang akan Anda lakukan?

Sebagai seorang Manajer, langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam mengembangkan perusahaan tersebut, yaitu dengan :


  • Melakukan Survey terhadap tempat/lokasi dimana akan dijadikannya anak perusahaan tersebut dan perhatian serta peranan masyarakat tentang kegiatan pembuatan anak perusahaan itu.
  • Perencanaan, dalam mendirikan suatu anak perusahaan. Harus memiliki suatu visi, misi, dan latar belakang yang baik untuk kedepannya.
  • Promosi, yaitu langkah terakhir setelah berdirinya anak perusahaan tersebut. Promosi ditujukan untuk menarik minat masyarakat dengan mengenalkan perusahaan tersebut kepada semuanya melalui media massa, elektronik, dan sebagainya.
Lalu, untuk pengorganisasiannya, coba sebutkan Lima Langkah pengorganisasian sebagaimana yang tercakup dalam proses pengorganisasian? Sebutkan berbagai kesalahan yang biasanya terjadi dalam penyusunan Organisasi!

5 Langkah utama dalam proses Pengorganisasian, yakni :
  1. Tercermin dalam rencana dan tugas-tugasnya
  2. Menetapkan tugas pokok
  3. Membagi tugas pokok dan subtugas
  4. Alokasi sumber daya dan pengarahan bagi subtugas
  5. Mengevaluasi hasil dari strategi pengorganisasian yang diimplementasikan
Jika kita pinjam istilah John P. Kotter (1996) dalam bukunya “Leading Change” ada delapan kesalahan yang sering dilakukan pemimpin dan anggota, yang menyebabkan organisasi  mengalami kegagalan dalam melakukan perubahan besar. Delapan kesalahan tersebut adalah :
  1. Membiarkan rasa puas diri yang berlebihan. Organisasi membiarkan para staf berada dalam zona nyaman terus menerus.
  2. Gagal membentuk tim pengarah reformasi yang kuat. Perubahan didelegasikan terlalu jauh dan tim pengarah reformasi tidak mampu menjalankan peran dengan baik.
  3. Menganggap remeh kekuatan suatu visi. Organisasi tidak percaya kekuatan suatu visi, sehingga tidak cukup meluangkan waktu untuk membuat visi yang jelas. Visi hanya dianggap sekedar suatu pernyataan. Sekedar formalitas belaka.
  4. Visi tidak dikomunikasikan dengan baik. Organisasi telah mencanangkan visi, namun tidak dikomunikasikan dengan baik dengan seluruh elemen yang terkait di dalamnya.
  5. Membiarkan rintangan yang menghadang pencapaian visi. Struktur organisasi, uraian jabatan, sistem penilaian prestasi serta mekanisme kenaikan gaji dan reward seringkali menjadi habitat yang buruk untuk hidupnya visi yang baru.
  6. Gagal mendapatkan kemenangan jangka pendek. Perubahan yang mendasar memerlukan waktu yang panjang. Dalam menjalaninya perlu dibuat sasaran-sasaran antara yang memungkinkan seluruh elemen merasa mencapai suatu keberhasilan dan berhak merayakannya sebagai kemenangan. Tanpa kemenangan jangka pendek, para staf akan frustasi dan gagal mencapai perubahan besar.
  7. Terlalu cepat menyatakan kemenangan akhir. Suatu perubahan yang telah dicapai umumnya masih labil. Mudah sekali untuk kembali ke keadaan semula. Jika kemenangan akhir dinyatakan terlalu dini dan hasil perubahan tidak dijaga dengan baik, kembalinya perubahan yang telah terjadi ke kondisi semula sangat mungkin terjadi.
  8. Gagal membakukan perubahan ke dalam budaya organisasi. Budaya organisasi diyakini sebagai kumpulan perilaku-perilaku yang ditunjukkan oleh seluruh elemen organisasi dalam kegiatan sehari-hari. Jika perubahan tidak dapat diabadikan ke dalam perilaku organisasi sehari-hari, maka lambat laun perubahan yang telah dicapai akan memudar.
Apa yang dimaksud dengan Bagan Organisasi atau Struktur Organisasi?

Bagan ialah alat berupa gambaran secara analisis dan statistik tentang proses yg terjadi dalam alam, teknologi dan masyarakat.
Bagan Organisasi ialah setiap bentuk persekutuan antara dua  orang atau lebih yang bekerja bersama serta secara formal terikat dalam rangka pencapaian suatu tujuan yang telah ditentukan dalam ikatan dan bagan juga disebut dengan gambar rancangan, gambar denah, skema.
sedangkan, Struktur Organisasi adalah Suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian secara posisi yang ada pada perusahaaan dalam menjalin kegiatan operasional untuk mencapai tujuan.

Apa yang dimaksud dengan kegiatan Actuating? Kegiatan apa saja yang ada didalamnya?

Actuating adalah suatu kegiatan dimana kita berusaha menggerakkan anggota atau suatu organisasi agar bersama-sama bekerja dengan niat dan motivasi dalam diri masing-masing untuk mencapai suatu tujuan.

didalam Penggerakkan (Actuating), terdapat beberapa bagian-bagian dari kegiatan Penggerakan, yaitu :
  1. Dorongan (Motivating), yaitu memberikan masukkan-masukkan yang baik sehingga menimbulkan rasa ingin melakukan pekerjaan dengan baik
  2. Bimbingan (Leading), yaitu memberikan contoh atau pelajaran baik yang berharga dan berkenan agar dapat menimbulkan rasa ingin lebih maju
  3. Pengarahan (Directing), yaitu memberikan pengarahan atau petunjuk dengan benar, jelas dan tepat.
Sebutkan langkah-langkah untuk menjalankan Pengawasan (Controlling)! Jelaskan tentang pengawasan yang efektif!

Menurut Kadarman (2001, hal. 161), langkah yang dilakukan dalam melakukan Pengawasan, yaitu :
  1. Menetapkan Standar, karena perencanaan merupakan tolak-ukur untuk melakukan pengawasan. Jadi, langkah utama sebelum melakukan pengawasan adalah Menyusun Rencana.
  2. Mengukur Kinerja, hal ini dilakukan untuk mengevaluasi atau mengukur kinerja yang dicapai terhadap standar yang telah ditentukan.
  3. Memperbaiki Penyimpangan, Kegiatan ini adalah kegiatan memperbaiki atau mengoreksi kesalahan-kesalahan yang terjadi dalam suatu kegiatan. Hal ini adalah yang terpenting dalam pengawasan karena Proses Pengawasan tidak akan lengkap jika tidak ada Perbaikan
Agar pengawasan efektif, maka para manajer  harus menghayati reaksi manusia terhadap sistem pengawasan.  Manusia tidak begaitu saja  menerima pengawsan  yang  dilakukan manajer.
Reaksinya bermacam-macam menolak sekali pengawsan terhadapnya, mempertahankan diri darisistem pengawasan  yang diterapkan padanya dan  membela kinerja dan  menolak sasaran kinerja yang tersirat dan tersurut  pada tujuan.
Hal ini makin jelas bila sumber daya terbatas   dan situasi  penuh tekanan.  Dalam situasi seperti itu ,  orang cenderung  untuk  mempertahankan  hasil  kerja yang dibatasi  oleh  kendala sehingga pengawasan  biasanya  tidak  dikehendaki.

Stoner  mengemukakan bahwa  pengawasan  yang efektif  itu   haruslah memenuhi   persyaratan  sbb :
1. Ketepatan
2. Sesuai waktu,
3. Objektif dan kompherensif ,
4. Fokus pada titik pengawasan strategis,
5. Realistis secara ekonomis,
6. Realistis secara organisatoris
7. Terkoordinasi dengan aliran kerja organiasi,
8. Luwes
9. Prespektif dan opersional,
10.Dapat diterima para anggota organisasi.


Sekian posting dari saya, terimakasih karena sudah mau meyimak.
Sampai jumpa di kesempatan berikutnya..

Seputar Langkah Bagaimana Memanajemen suatu Organisasi

Posted by : Panji Julian on :Selasa, 29 Oktober 2013 With 4komentar

Serangkai Tulisan Mengenai Novel "Laskar Pelangi"

|
Baca selengkapnya »
Selamat Pagi Semua..
Kali ini saya ingin menuliskan kesimpulan dari Novel Laskar Pelangi serta Kekurangan, Kelebihan dan Saran saya untuk Cerita dalam Novel tersebut.



Cerita ini terjadi di desa Gantung, Kabupaten Gantung, Belitung Timur. Dimulai ketika sekolah Muhammadiyah terancam akan dibubarkan oleh Depdikbud Sumsel jikalau tidak mencapai siswa baru sejumlah 10 anak. Ketika itu baru 9 anak yang menghadiri upacara pembukaan, akan tetapi tepat ketika Pak Harfan, sang kepala sekolah, hendak berpidato menutup sekolah, Harun dan ibunya datang untuk mendaftarkan diri di sekolah kecil itu.
dari sanalah dimulai perjalanan cerita mereka. Mulai dari penempatan tempat duduk, pertemuan mereka dengan Pak Harfan, perkenalan mereka yang luar biasa di mana A Kiong yang malah cengar-cengir ketika ditanyakan namanya oleh guru mereka, Bu Mus. Kejadian bodoh yang dilakukan oleh Borek, pemilihan ketua kelas yang diprotes keras oleh Kucai, kejadian ditemukannya bakat luar biasa Mahar, pengalaman cinta pertama Ikal, sampai pertaruhan nyawa Lintang yang mengayuh sepeda 80 km pulang pergi dari rumahnya ke sekolah!
Mereka yaa sebut saja Laskar Pelangi adalah nama yang diberikan Bu Muslimah, karena kesenangannya terhadap pelangi. Mereka pun sempat mengharumkan nama sekolah dengan berbagai cara. Misalnya pembalasan dendam Mahar yang selalu dipojokkan kawan-kawannya karena kesenangannya pada okultisme yang membuahkan kemenangan manis pada karnaval 17 Agustus, dan kejeniusan luar biasa Lintang yang menantang dan mengalahkan Drs. Zulfikar, guru sekolah kaya PN yang berijazah dan terkenal, dan memenangkan lomba cerdas cermat. Laskar Pelangi mengarungi hari-hari menyenangkan, tertawa dan menangis bersama. 
Kisah sepuluh kawanan ini berakhir dengan kematian ayah Lintang yang memaksa Einstein cilik itu putus sekolah dengan sangat mengharukan, dan dilanjutkan dengan kejadian 12 tahun kemudian di mana Ikal yang berjuang di luar pulau Belitong kembali ke kampungnya. Kisah indah ini diringkas dengan kocak dan mengharukan oleh Andrea Hirata, kita bahkan bisa merasakan semangat masa kecil anggota sepuluh Laskar Pelangi ini!

Kelebihan dari Novel Laskar Pelangi (Menurut Saya) :
Pada cerita ini, kesan Persahabatan dan Kebersamaan sangat ditekankan dan menurut saya itu sangat menjadi pembelajaran dalam berteman dan menjaga keeratan persahabatan. Lalu, disamping kisahnya yang mengharukan, didalam kisah ini ada unsur tersirat mengenai Pentingnya Pendidikan.
Kekurangan dari Novel Laskar Pelangi (Menurut Saya) :
Ada beberapa kalimat atau penggunaan nama-nama yang mengandung unsur ilmiah, menurut saya ini sedikit membingungkan dan kurang efektif sehingga membutuhkan waktu untuk memahami kembali. Kemudian, Alur atau waktunya yang kurang jelas. seakan-akan alur waktunya itu di bolak-balik (flashback), setidaknya diberikan waktu atau tahun penjelas agar pembaca tidak bingung.
Kesimpulan saya :
Dari apa yang telah saya baca, disini lah saya belajar. Saya belajar bagaimana menghargai hidup, menghargai pemberian Tuhan, menghargai waktu, menghargai teman, Selalu berusaha bangkit dan Pantang Menyerah dalam menghadapi kesulitan. Dan ada satu makna yang masih berada di kepala saya "Pintar bukan segalanya, tetapi Niat dan Usaha itu bisa merubah segalanya", itu terbukti pada Lintang, dia adalah orang yang pintar namun pada akhirnya dia hanya menjadi seorang supir truk.

Sekiranya ini yang saya tuliskan pada kesempatan kali ini, kurang atau lebihnya mohon maaf sekiranya ada kesalahan dalam penulisan.
Sampai jumpa dikesempatan berikutnya.. 

Serangkai Tulisan Mengenai Novel "Laskar Pelangi"

Posted by : Panji Julian on : With 0komentar

Konsep Manajemen serta Maksud dari Manager dan Manajerial

| Jumat, 27 September 2013
Baca selengkapnya »
Pada kesempatan kali ini saya ingin membuat posting mengenai 2 hal. Yakni Konsep Manajemen; dan Manager dan Manajerial.

Pengertian Manajemen


Seperti yang kita ketahui, banyak ahli-ahli yang mendefinisikan "Apa itu Manajemen?". Dari beberapa ahli yang memberikan definisi, dapat kita ambil beberapa sumber untuk ditarik kesimpulan. 

Menurut Robbins dan Coulter (1999) menyebutkan manajemen adalah proses pengkoordinasian dan pengintegrasian kegiatan-kegiatan kerja agar diselesaikan secara efektif dan efisien melalui orang lain.  2 kata penting yang saling terkait di sini adalah pengkoordinasian orang lain dan efektif efisien.  Pengkoordinasian orang lain artinya melibatkan orang lain, sedangkan efektif dan efisien untuk menunjukkan berdaya guna dan berhasil guna.  Pengkoordinasian orang lain tidak berarti kegiatan tidak dapat dilakukan sendiri, hanya saja dalam pertimbangan efektifitas dan efisiensi, perlu pelibatan orang lain.  Lalu untuk dapat tercapai secara optimal pelibatan tersebut, perlu dikelola atau ada proses atau upaya pengkoordinasian yang disebut manajemen.

Menurut Gibson, Donelly, dan Ivancevich (1996) menyebutkan manajemen adalah proses yang dilakukan seorang atau beberapa orang untuk mengkoordinasikan aktifitas orang lain untuk mencapai hasil-hasil yang tidak dapat dicapai oleh orang itu sendiri.  

Menurut Follet dalam Stoner dan Wankel (1986), menyebutkan bahwa manajemen adalah seni untuk melakukan sesuatu melalui orang lain.

Dan yang terakhir, Menurut Siagian dalam Dadang dan Sylvana (2007) mengemukakan bahwa manajemen adalah kemampuan atau keterampilan untuk memperoleh sesuatu dalam rangka pencapaian tujuan melalui orang lain.

Kemudian, dari pendapat beberapa ahli kita dapat menarik satu kesimpulan yaitu:

"Manajemen merupakan suatu ilmu dan juga suatu seni.  Sebagai suatu ilmu, manajemen harus memiliki landasan keilmuan yang kokoh. Sebagai seni, maka manajemen dipraktekkan berdasarkan keterampilan yang diterapkan untuk mencapai hasil yang diinginkan."

Fungsi-fungsi Manajemen

Robbins dan Coulter (1999) menyebutkan bahwa fungsi-fungsi manajemen adalah perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengawasan.
  • Perencanaan: mencakup pendefinisian tujuan, penetapan strategi, dan mengembangkan rencana untuk mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan. 
  • Pengorganisasian; adalah menentukan tugas apa saja yang dikerjakan, siapa yang mengerjakan, bagaimana tugas-tugas dikelompokkan, siapa melapor kepada siapa, dan pada tingkat mana keputusan harus dibuat.
  • Kepemimpinan; meliputi kegiatan-kegiatan memotivasi bawahan, mengarahkan, menyeleksi saluran komunikasi yang paling efektif, dan memecahkan konflik. 
  • Pengendalian; meliputi pemantauan kegiatan-kegiatan untuk memastikan bahwa semua orang mencapai apa yang telah direncanakan dan mengkoreksi penyimpangan-penyimpangan yang ada.

Manager dan Managerial

Pada umumnya, kita mengartikan bahwa Manager adalah orang atau seseorang yang harus mampu membuat orang dalam organisasi yang berbagai karakteristik, latar belakang budaya, tetapi memiliki satu tujuan yang sama. Sedangkan, Manajerial Ekonomi adalah Aplikasi Teori Ekonomi dan Perangkat Analisis Ilmu Keputusan untuk membahas bagaimana suatu organisasi dapat mencapai maksud dan tujuannya dengan cara yang efisien.

Dari pernyataan diatas sudah jelas bahwa Manager dengan Managerial memiliki suatu kaitan yang erat satu sama lain, karena Manajerial Ekonomi adalah Ilmu yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan sedangkan Manager adalah Seseorang yang diupayakan harus dapat membimbing beberapa orang dalam organisasi untuk dapat mencapai tujuannya, baik Tujuan jangka Pendek maupun Jangka Panjang.


Sekiranya hanya ini yang dapat saya sampaikan, terimakasih karena sudah mau menyimaknya.

Jika, ada salah-salah kata setidaknya saya mengharapkan maaf dari pembaca.
Dan semoga bermanfaat.

Konsep Manajemen serta Maksud dari Manager dan Manajerial

Posted by : Panji Julian on :Jumat, 27 September 2013 With 1 komentar:
Next
▲Top▲