Masalah Utama Transportasi
Masyarakat sebenarnya sangat simpel dalam
hal transportasi. Selama moda transportasi bisa mengangkut dari satu titik ke
titik yang lain dengan mudah, aman, dan murah, mereka masih mau
memanfaatkannya. Masalahnya begitu kompleks ketika angkot tidak mampu
menjangkau tempat-tempat yang jauh dari jalan utama. Angkot juga tidak mampu
menyelesaikan persoalan yang bisa diselesaikan dengan menggunakan moda berbasis
motor.
Persoalan serupa dialami taksi. Selain
lebih mahal, kenyamanan, secure, dan visibility kalah oleh yang berbasis
aplikasi online. Belum lagi, model setoran atau fee ke perusahaan, harga BBM
yang tidak kunjung turun, biaya perawatan yang tinggi, serta akses penghubung
(komunikasi) antara driver dan penumpang menambah beban driver.
Bandingkan dengan taksi berbasis aplikasi
online. Penumpang tinggal klik sana-sini lewat gadget, memonitor pergerakan
kendaraan dengan tracking system berbasis GPS, serta biayanya murah dan sangat
transparan. Celakanya, perilaku konsumen sekarang jauh lebih ’’manja’’ dengan
segudang pilihan. Maka taksi berbasis aplikasi online mempunyai value atau
nilai yang tidak dimiliki moda lainnya. Padahal, dalam berbisnis di ceruk yang
sama, kunci utama adalah adanya pembeda dari produk sejenis.
Nadiem
Makarim membangun Go-Jek
Indonesia berawal dari keprihatinannya melihat pengemudi ojek menunggu giliran
mengangkut penumpang. Anthony Tan
(pendiri Grab) serta Garret Camp dan
Travis Kalanick (pendiri Uber)
mengawali bisnis dari pengalaman yang sama, yakni susahnya mencari taksi di
Malaysia dan San Francisco.
Mereka bukanlah para pebisnis atau mantan
pejabat bidang transportasi. Mereka ’’hanya’’ lulusan Harvard Business School
dan Universitas California, Los Angeles. Mereka hanya memanfaatkan peluang yang
tidak terselesaikan sampai pada titik laten. Munculnya ojek, taksi, dan layanan
lain berbasis aplikasi online merupakan sebuah ’’muntahan’’ persoalan yang
mendera di bidang transportasi yang akut.
Mereka, para pemuda itu, menyikapi
persoalan transportasi dengan cara positif dengan memberikan solusi kreatif.
Kreativitas mereka adalah mengembangkan ide transportasi yang berbeda dengan
sebelumnya. Inovasi yang ditawarkan adalah menggunakan sentuhan teknologi
sebagai wujud pengembangan transportasi konvensional dan konservatif menjadi
sebuah model inovatif.
Sumber :
https://www.jawapos.com/opini/sudut-pandang/29/03/2017/transportasi-butuh-inovasi/


0 komentar:
Posting Komentar