Tokoh
Pencetus Animasi adalah Walt Disney
dan Roy Disney, yang pada tahun 1923
mereka membuat animasi fantasi disertai iringan musik dengan tokoh kartun
seekor tikus bernama Mortimer, sebuah
tokoh cikal bakal Mickey Mouse.
Walt Disney & Roy Disney
Sedangkan
Tokoh Pencetus Prinsip pada Animasi adalah Dua orang Animator Professional Ollie
Johnston dan Frank Thomas. Mereka memberikan 12 Prinsip Animasi yang di adopsi
dari animasi produksi Walt Disney. 12
Prinsip Dasar Animasi ini diciptakan pada tahun 1930, dan dikenalkan pertama
kali pada tahun 1981 melalui buku mereka yang berjudul “The Illusion of Life: Disney Animation”.
Ollie Johnston & Frank Thomas
Prinsip-Prinsip Animasi
Setelah
memahami pengertian animasi, tentunya kita juga perlu mengetahui
prinsip-prinsip animasi. Ada dua belas prinsip animasi, diantaranya adalah:
1.
Kemampuan Menggambar (solid drawing)
Solid
drawing adalah kemampuan individu dalam membuat gambar dengan baik dan benar,
dan juga kemampuan dalam mengkomposisikan gambar sehingga terlihat lebih nyata.
2.
Menekan dan Melentur (Squash and Stretch)
Squash
and Stretch adalah membuat objek hidup ataupun objek mati terlihat seolah-olah
nyata sehingga terlihat bergerak secara realistis dan lebih hidup.
3.
Antisipasi (Anticipation)
Anticipation
adalah membuat gerakan pada sebuah objek secara berurutan sehingga penonton
dapat memahami dan menikmati animasi yang ditampilkan.
4.
Tata Gerak (Staging)
Staging
adalah penataan gerak dengan membuat ekspresi pada karakter atau objek dalam
animasi sehingga penonton lebih mudah mengenalinya.
5.
Straight Ahead and Pose to Pose
Ini
adalah langkah seorang animator bekerja, yaitu dengan terencana dalam membuat
gambar, membuat gerakan dan ukuran, yang dilakukan sejak awal membuat animasi.
6.
Gerakan Mengikuti
Ketika
scene berhenti bergerak, karakter tidak berhenti secara tiba-tiba. Ini membuat
sebuah animasi terlihat lebih realistis.
7.
Slow In and Slow Out
Ini
adalah pengaturan staging dan timing dari satu scene ke scene lainnya dalam
sebuah animasi.
8.
Konstruksi Lengkung (Archs)
Membuat
pergerakan tubuh karakter/ objek animasi terlihat lebih smooth. Misalnya
gerakan mahluk hidup atau gerakan benda-benda dalam animasi terlihat lebih
realistis.
9.
Penentuan Waktu (Timing)
Ini
adalah penentuan waktu yang tepat kapan suatu gerakan diberikan pada karakter/
objek dalam animasi yang dibuat.
10.
Gerakan Pendukung (Secondary Action)
Ini
adalah membuat berbagai gerakan pendukung untuk melengkapi karakter pada
ekspresi ataupun aksi agar terlihat lebih nyata.
11.
Melebihkan (Exaggeration)
Ini
merupakan upaya membuat suatu karakter terlihat lebih meyakinkan dalam aksinya,
misalnya membuat sebuah karakter menjadi lebih lucu.
12.
Daya Tarik (Appeal)
Ini
merupakan kualitas dari animasi dimana penonton dapat menikmati gambar yang
memikat, desain yang bagus, punya daya tarik, dan kelebihan lainnya.
Pentingnya Prinsip Dasar Animasi
Perkembangan
komik yang sedemikian pesat telah melahirkan banyak tokoh-tokoh
kartun eropa terkenal, diantaranya selain
Doc Martin dan Tintin adalah Asterix dab Obelix, Johan dan
Pirlouit, steven sterk, Lucky Lucke, Smurf, dan lain-lain.
Karakter
komik tersebut akan menjadi lebih menarik
ketika gambar- gambar ini disuguhkan dengan
kemampuannya untuk dapat bergerak. Animasi merupakan serangkaian
gambar yang bergerak. Pengaruh yang ia berikan akan menjadi
semakin besar dibandingkan kemampuannya ketika
ia statis sebagai gambar biasa. Penyampaian
informasi menggunakan animasi juga dapat
dimanipulasi sedemikian rupa hingga pesan
yang ingin disampaikan dapat dimengerti oleh
khalayak umum ataupun dibuat khusus
sehingga hanya dapat dimengerti oleh mereka dengan pendidikan
tertentu.
Dengan
Prinsip dasar tersebut Animasi mampu
menyampaikan suatu konsep yang kompleks menjadi menarik secara visual dan
juga dinamik sehingga animasi terus berkembang hingga saat ini.
Sumber :
https://www.maxmanroe.com/vid/teknologi/pengertian-animasi.html
https://myargaffi.blogspot.com/2018/03/12-prinsip-dasar-animasi-dan-pencetus.html
https://myargaffi.blogspot.com/2018/03/12-prinsip-dasar-animasi-dan-pencetus.html



0 komentar:
Posting Komentar